32

1283 Words

"Kau meremehkanku Prad?" Praditya mengepalkan tangannya di sisi tubuh, berusaha meredam gejolak amarah yang hampir meledak. Ia tahu, melawan Widya dengan emosi saat ini hanya akan membuat wanita itu semakin nekat melapor yang tidak-tidak pada ibunya, Gayatri. Ia harus bermain cantik. Rahasianya dengan Amindita adalah porselen retak yang harus ia jaga agar tidak hancur berkeping-keping sebelum ia benar-benar siap melawan d******i keluarganya. "Aku tidak meremehkanmu, Widya. Tapi ini proyek triliunan dengan MHS Holding. Kau tahu sendiri bagaimana perfeksionisnya Dialta," ucap Praditya, suaranya kini mendatar, mencoba kembali ke mode tenang yang manipulatif. "Aku membawa Amindita karena dia sekretaris yang paling paham detail teknis kontrak ini. Bukan karena alasan lain." "Oh ya? Alasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD