Praditya menarik salah satu kursi di sebelah kursi utamanya, lalu menuntun Amindita untuk duduk di sana dengan gerakan yang teramat protektif. Pertemuan bisnis yang semula formal kini bergeser menjadi panggung unjuk kuasa kepemilikan sang CEO Ararya Group. Selama sisa pembahasan presentasi berlangsung, Praditya sengaja tidak melepaskan atensinya dari sang istri. Sambil sesekali menanggapi poin analisis risiko yang dibacakan Wira, tangan besar Praditya bergerak teratur—mengelus pucuk kepala Amindita dengan kelembutan yang kontras dengan tatapan matanya yang sedingin es, lalu turun untuk mengusap pundak wanita itu demi memastikan istrinya tetap nyaman di ruang rapat. Setiap gestur intim, setiap sentuhan halus, dan setiap binar kenyamanan di wajah Amindita sama sekali tidak luput dari panda

