Bab 8

727 Words
Setelah menghubungi temannya dan berdiskusi soal harga, Angel pergi menemui orang itu di perusahaannya. Angel terkejut saat sampai di sebuah perusahaan yang tempatnya itu adalah perusahaan besar. "Ngeri sekali berurursan dengan orang yang bekerja di sini. Aku harap yang tadi mobilnya ku tabrak hanyalah manager mungkin." Gumam Angel menghela nafas panjangnya. Bagaimanapun dia adalah orang yang bertanggung jawab, apalagi dia tau jika yang berurusan dengannya bukanlah orang biasa, untuk itu dia tidak mau kabur karena masalahnya akan semakin runyam. Saat masuk, dia langsung menemui resepsionis dan ternyata dia memang sudah di tunggu bosnya dan di antarkan langsung oleh karyawan di sana untuk ke ruangannya. Karyawan sempat mengetuk pintu dan membuka pintunya setelah mendapatkan persetujuan dari orang di dalamnya. Angel mengerutkan dahinya ketika saat masuk namun tidak ada siapapun di sana, padahal tadi dia mendengar jika ada yang menjawab ketukan pintu dari luar. "Permisi!" Ucap Angel namun terkejut saat ada yang menutup pintu bahkan menguncinya. Angel reflek membalikkan tubuhnya namun melotot dengan siapa yang ada di depannya. "Lama tidak bertemu, Baby!" Ucap Dante tersenyum dan mendekati Angel. "K-kau! Kenapa kau ada di sini." Angel perlahan mundur karena dia terus mendekat. Dia sama sekali tidak tau jika di dalam ruangan ini ada pria yang sempat bermalam panjang dengannya. Dante tidak menjawab sampai dia menyudutkan Angel di tembok. Angel mendorong dengan sekuat tenaganya agar Dante menyingkir darinya namun dia lagi-lagi semakin terkejut karena Dante malah mengunci kedua tangannya di atas kepalanya. Angel membuang wajahnya karena tergugup Dante semakin mendekat dan bahkan mencium lehernya. "Baunya masih sama. Aku benar-benar menyukainya." Ucap Dante. Angel berusaha ingin menendang kegagahannya namun Dante lebih dulu tau dan mengunci kakinya. "Jangan kurang ajar denganku! Lepaskan aku bajingann! Kesepakatan kita selesai! Malam itu aku sudah membayarmu," ucap Angel yang membuat Dante tertawa. "Uangmu bahkan tidak cukup untuk membeli celana dalamku." Ucap Dante. "Mobil yang kau tanrak adalah mobilku, dan perusahaan ini adalah milikku," lanjutnya yang membuat Angel semakin shock, jantungnya semakin berdetak dengan cepat karena dia sepertinya membuat kesalahan besar karena waktu itu bermalam dengan orang penting dan kaya seperti pria di depannya. "A-aku akan mengganti rugi, berikan aku waktu." Ucap Angel. "Aku sudah mengatakan tidak membutuhkan uangmu." Ucap Dante. "Lalu apa maumu? Aku tidak memiliki apapun!" Ucap Angel. "Akan aku beritahu apa yang aku inginkan." Ucap Dante tersenyum miring. Dia tidak tahan dengan bibir sek-si milik Angel dan langsung meraupnya. Angel jelas terkejut, seketika dia menegang namun tersadar saat Dante menyesapi bibirnya dan bahkan menjulurkan lidahnya. Dia sadar tidak bisa memberontak karena semua tangan dan kakinya dikunci olehnya, akhirnya dia menggigit keras bibir Dante yang membuat dia mengumpat dan langsung melepaskannya. "Aku bukan wanita yang seperti kau pikirkan! Aku tidak mau melakukan ini." Ucap Angel yang marah dan menatap tajam ke arah Dante. "Lepaskan aku atau aku akan teriak." Dante mengusap bibirnya yang mengalir darah karena gigitan keras dari Angel. "Apa kau tau semakin kau menolakku, maka aku akan semakin membuatmu tidur denganku nantinya." Ucap Dante. "Dalam mimpimu saja!" "Tolong!!" Angel berteriak keras yang membuat Dante hanya tersenyum. "Meskipun kau mendesah dengan keras di sini, tidak akan ada yang bisa mendengarmu." Ucap Dante yang membiarkan Angel berteriak, "Lepaskan aku!" Angel masih memberontak karena sadar jika ternyata percuma saja dia berteriak, dia mengira jika ruangan ini kedap suara, untuk itu tidak akan ada yang mendengarnya. "Kau yang mengajakku bermalam saat itu, itu artinya kau milikku sekarang!" Ucap Dante dengan mutlak. "Apa? Kau gila! Waktu itu aku— aku hanya sedang tidak sadar dan melakukannya begitu saja, aku tidak mau berurusan lagi denganmu." Ucap Angel. "Tidak sadar? Kau tidak sedang terpengaruh alkohol atau obat apapun, kau sangat sadar bahkan saat mendesah menyebut namaku." Angel benar-benar kehilangan kata-kata, dia tidak tau jika akan berurusan dengan dia setelah malam sial itu, dia terlalu marah saat uru sehingga dia tidak sadar jika yang dilakukan olehnya malah menambah beban di hidupnya. "A-aku. Aku— Angel tidak bisa meneruskan perkataannya karena lagi-lagi Dante menyerang bibirnya. Angel ingin menggigit kembali bibir Dante namun Dante lebih dulu menggigitnya meskipun tidak keras. "Akan lebih baik kau tidak memberontak, Sayang." Dante benar-benar kehilangan akal, dia tidak peduli seberapa kuatnya Angel memberontak karena dia sudah lama menahannya. Setelah malam itu, Dante benar-benar ingin mengulangi malam panas bersamanya lagi. Angel merinding karena tangan Dante juga sudah mulai nakal dan meraba ke mana-mana. "Aaah!" Tanpa sadar Angel mengeluarkan suara laknatnya yang membuat Dante tersenyum miring dan senang akan hal itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD