Pagi hari Angel terkejut karena saat melamar pekeejaan, dia langsung diterima dan di minta masuk bekerja besok. Jelas saja dia sangat senang.
Namun sialnya saat dia di restoran dan ingin makan siang, dia bertemu dengan Ethan dengan Camila.
Dia memilih untuk pergi dari sama karena muak melihat mereka.
"Eitts! Mau ke mana?" Tanya Camila yang malah mengejarnya dan menghampirinya.
"Aku mau pergi, bisakah kalian tidak menghalangi? Urus saja urusan kalian, jangan mengangguku," ucap Angel karena malas.
"Aku hanya mau pamer dan membuatmu cemburu." Ucap Camila tertawa.
"Apa?" Angel malah balik tertawa dengan keras.
"Apa yang harus di cemburui?" Ucap Angel namun sejujurnya membuat Ethan tersinggung.
"Kau tidak pandai berakting! Aku tau jika di hatimu merasa sakit hati ketika aku lebih memilih Camila dibandingkan denganmu." Ucap Ethan sambil mencengkram tangan Angel.
"Sakit hati jelas, tapi bukan karena cemburu karena kau tidak setampan dan seistimewa itu yang harus aku cemburui, aku lebih sakit hati karena harus dijodohkan dengan lelaki gila sepertimu." Ucap Angel yang membuat Ethan benar-benar marah.
"Jangan membuatku marah, Angel! Kau tau apa yang bisa aku lakukan jika kau membuatku marah dan tersinggung." Ucap Ethan.
"Aku tidak peduli denganmu, lepaskan aku bajingann!" Umpat Angel yang mendorong Ethan dengan keras lalu menendang pusakanya.
Ethan jelas terkejut dan bahkan nyaris menahan sakit yang luar biasa.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" Camila sendiri juga terkejut dan panik ketika melihat wajah Ethan memerah padam menahan sakit.
"Wanita jalang! Aku benar-benar akan memberikan dia pelajaran." Ucap Ethan yang masih memegangi kebanggaannya karena masih merasa ngilu dan sakit.
"Serang ibunya saja! Kelemahannya ada padanya." Ucap Camila yang mengompori. Dia juga sangat membenci Angel dan ibunya, rasanya dia ingin melihat mereka mati saja.
Angel dengan buru-buru pergi dengan mobilnya, dia menghela nafas panjangnya karena bisa lolos dari kedua manusia memuakkan itu.
"Seharusnya aku tadi kurang keras menendangnya bukan?" Omelnya didalam mobil.
Dia mengumpati Ethan dan Camila sampai dia tidak terfokus dan menabrak mobil di depannya.
"Sial!" Umpat Angel yang merasa ketakutan.
Dia melihat mobil di depannya adalah mobil mewah dan jika saja dia meminta ganti rugi, dia sepertinya harus menjual apartemennya sekarang.
Angel melihat seorang pria dengan berpakaian rapi dan besar yang menuju ke arahnya, dia bahkan juga mengetuk jendela Angel yang terpaksa dibuka olehnya.
"Apa anda mabuk? Anda sudah menabrak mobil saya." Ucal pria itu dengan tegas.
"Maaf, tolong maafkan aku, aku tidak sengaja." Ucap Angel.
"Anda sangat tidak sopan karena bersalah, tapi tidak keluar dari mobil," ucap pria itu menatap tajam ke arah Angel.
"Aku benar-benar minta maaf." Ucap Angel akhirnya membuka pintu dan keluar dari mobil.
"Anda harus ganti rugi!"
Angel rasanya sangat lemas karena dia tau jikapun dia ganti rugi semuanya, nominal dari uangnya tidaklah sedikit.
"Bisakah aku ganti rugi dengan mencicil? Aku benar-benar tidak sengaja." Ucap Angel yang memelas.
"Jangan kabur dan tunggu sebentar." Ucap pria itu kembali ke dalam.
Angel melihat dia sepertinya hanyalah driver karena dia seperti berbicara dengan seseorang yang berada di kursi belakang mobil itu.
Tak lama pria itu kembali dan menemui Angel lagi.
"Kemarikan kartu identitas anda!" Ucap pria itu dan terpaksa Angel memberikannya.
"Anda bisa membicarakan soal ini dengan bos saya di sini, sekarang kita harus pergi." Ucap pria itu sambil memberikan sebuah kertas yang bertuliskan nama perusahaan beserta alamatnya.
"Ingat! Anda tidak akan bisa kabur." Ucap pria itu lalu pergi dari sana.
"Tunggu! Bisakah aku menemuinya hari ini? Aku besok harus bekerja dan tidak bisa ke mana-mana." Ucap Angel.
Pria itu melihat jam di tangannya di mana masih pukul 11 siang.
"Temui beliau jam 3 sore." Ucapnya lalu benar-benar pergi dari sana.
Angel menghela nafas panjangnya karena harus berurusan dengan orang penting.
Dia masuk ke dalam mobilnya sambil memijat pangkal hidungnya.
Dia menghubungi temannya dan meminta dia untuk menjualkan apartemennya.
Kali ini dia tidak mungkin bisa menggantinya meskipun dengan menjual barang-barangnya.
"Hari yang baik, tapi juga hari sialku." Gumam Angel.