Bab 5

630 Words
Angel kembali ke rumah sakit dan membayar biaya terapi ibunya dari tabungannya. "Ini tidak akan cukup." Gumamnya menghela nafas panjangnya. Ibunya membutuhkan terapi secara rutin, namun uangnya hanya bisa untuk beberapa kali terapi saja. "Seharusnya kau tidak perlu mengeluarkan uangmu sendiri seperti ini." Ucap Diana yang kasihan dengan anakny. "Mama tau jika ayahmu tidak mau membayarnya." Lanjutnya. "Jangan pikirkan apapun, Mama fokus dengan kesembuhan mama saja." Ucap Angel. "Semua harta mama di kuasai olehnya dan selingkuhannya. Mana menyesal pernah jatuh cinta dengan ayahmu." Ucap Diana namun Angel hanya diam saja. "Dia mengambil kepercayaanku lalu menghianatiku," lanjutnya yang menangis. "Suatu saat aku akan merebutnya kembali, aku akan pastikan milikmu akan kembali, Ma." Ucap Angel. "Cukup kau bahagia, mama sudah senang, jangan terlalu melawan mereka, mama takut kau sendiri yang akan mendapatkan masalah." Ucap Diana. Angel tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis. "Mama fokus dengan kesehatan mama saja karena hanya kau yang aku miliki." Ucap Angel. Setelah memastikan pembayaran terapi ibunya selesai, Angel bisa bernafas dengan lega. Dia pergi ke sebuah restoran untuk menenangkan dirinya sejenak. Dia melihat ponselnya karena pertunangannya dengan Ethan akan di adakan satu bulan lagi. "Ini gila." Gumamnya. Dia merasa pusing sendiri dan tidak menyadari jika sebenarnya ada sepasang mata yang memperhatikannya. "Bagaimana, Tuan?" Tanya rekan kerjanya. "Metingnya selesai! Aku ada urusan." Ucap Dante yang membuat para rekan kerjanya saling pandang namun mereka tidak bisa protes apapun. Mereka semua pamit namun Dante masih berada di sana sambil memperhatikan Angel. Asistennya yang tadinya bingung akhirnya tau di mana arah mata bosnya ini. "Apa perlu aku minta dia ke sini, Tuan?" Tanya Dafa. "Tidak!" Ucapnya lalu dia berdiri, Dante menghampiri Angel yang masih seperti sedang frustasi. Angel terkejut karena tiba-tiba ada yang duduk di sampingnya. "Suatu kebetulan kita bertemu lagi di sini, Baby." Ucap Dante tersenyum. Angel sangat terkejut dan melotot karena yang menghampirinya adalah lelaki yang pernah menghabiskan satu malam dengannya. Angel bahkan takut dan menoleh ke arah sekitar karena takut mungkin saja ada Ethan atau siapapun yang kenal dengannya. "Kita tidak ada urusan." Ucap Angel. "Ada. Apa kau lupa kejadian malam itu." Ucap Dante tersenyum miring. Dia mengeluarkan sejumlah uang, di mana itu adalah uang Angel yang pernah dia tinggalkan di samping ranjangnya. Angel terkejut dan sejujurnya merasa gugup karena bertemu lagi dengan pria yang pernah meraskan tubuhnya. "Kau meninggalkan ini kemaren." Ucap Dante dengan santai. "Kenapa? Apa masih kurang? Aku akan memberikannya tapi tidak sekarang." Ucap Angel yang rasanya Dante ingin sekali tertawa. "Apa aku terlihat seperti kekurangan uang?" Ucap Dante. Angel tidak menjawab, sejujurnya pria di depannya terlihat sangat berwibawa dan orang kaya, hanya saja dia tidak tau siapa yang ada di depannya. "Apa maumu?" Tanya Angel. "Pertanyaan yang bagus." Ucap Dante lalu lebih mendekat ke arah Angel yang membuat dia reflek mundur. "Sepertinya akan menyenangkan jika kita mengulangi malam yang nikmat seperti kemaren." Ucap Dante tersenyum namun Angel terkejut dengan perkataannya. Dia mendorong dengan keras tubuh Dante yang dekat dengannya dan bahkan menamparnya. Dafa sangat terkejut dari kejauhan, dia bahkan ingin mendekat namun Dante mengkodenya untuk tidak ikut campur. "Jangan kurang ajar! Kau sepertinya sudah sangat ahli meniduri wanita sampai kau mengatakan hal itu dengan entengnya." Ucap Angel yang marah. "Malam itu aku menganggapnya sebagai kesalahan, jadi jangan mengangguku." Ucap Angel yang ingin berdiri namun Dante mencegahnya. Angel tetap mencoba melepaskan tangannya dari Dante dan akhirnya terlepas, dia bahkan berjalan cepat seperti takut dengannya. "Sial! Dia menarik sekali." Ucap Dante yang tersenyum sendiri. Angel sendiri langsung masuk ke dalam mobil, dia menetralkan jantungnya karena sedari tadi berdebat akibat pertemuannya dengan Dante. "Kenapa aku bisa bertemu lagi dengannya." Gumam Angel yang marah dan kesal sendiri. Kekesalannya semakin menjadi ketika ponselnya berbunyi dan ternyata dia adalah Ethan. Angel benar-benar muak dan tidak mau mengangkatnya sama sekali. Dia lebih baik pulang dan memikirkan bagaimana rencana ke depannya nanti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD