Bab 90

2485 Words

Cahaya matahari pagi menembus celah tirai kamar. Zenia mengerjap pelan, matanya menyesuaikan dengan terang yang perlahan memenuhi ruangan. Ia menarik napas panjang, lalu menoleh ke samping. Matteo masih tertidur. Wajah lelaki itu terlihat jauh lebih tenang dibandingkan saat terjaga. Tidak ada kerutan di dahi, tidak ada ekspresi kaku seperti biasanya. Zenia menatapnya cukup lama, lalu tersenyum kecil. “Tidurnya nyenyak,” gumam Zenia pelan. Ia bergerak hati-hati, menyingkap selimut tanpa menimbulkan suara. Kakinya menyentuh lantai yang dingin, tapi Zenia menahan diri agar tidak bereaksi berlebihan. Ia melangkah perlahan keluar dari kamar, menutup pintu dengan sangat pelan. Begitu berada di luar kamar, Zenia menarik napas lega. “Baik,” katanya pada dirinya sendiri. “Waktunya masak.” Ze

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD