Bab 89

2314 Words

Cahaya pagi menyelinap pelan melalui celah tirai kamar hotel, jatuh lembut di atas seprai putih yang masih kusut. Udara di dalam kamar terasa hangat dan tenang, hanya terdengar dengusan napas pelan dari Zenia yang masih terlelap. Rambutnya terurai acak di atas bantal, wajahnya tampak jauh lebih rileks dibandingkan malam sebelumnya. Matteo sudah terbangun sejak beberapa menit lalu. Ia duduk bersandar di sandaran tempat tidur, mengenakan kaus polos dan celana santai hotel. Pandangannya tertuju pada jam kecil di meja samping tempat tidur, lalu kembali pada Zenia. Ia tersenyum tipis. Matteo mencondongkan tubuhnya, satu tangannya terulur menyentuh bahu Zenia dengan sentuhan ringan. “Zenia…” panggilnya pelan, suaranya rendah dan lembut. Zenia mengerang kecil, alisnya mengernyit samar, tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD