74. Balada Ibu Hamil

2076 Words

Saat ini aku dan Mas Davka sedang berada di rumah Bu Dira. Di depanku ada Bu Aliya yang sedang menangis tersedu-sedu. Beliau hanya terus meminta maaf tanpa henti sambil menggenggam tanganku erat-erat. “Nak Ara, saya minta maaf ...” lagi-lagi hanya kalimat itu yang beliau ucapkan. Bu Aliya tak harusnya begini karena yang meninggalkanku di Panti Asuhan adalah Kakak Iparnya, yakni Bu Ningrum, kakak sulung Pak Santoso. Aku mengetahui fakta ini juga baru saja setelah Pak Santoso mengatakan yang sejujur-jujurnya. Aku jadi ingat kembali saat-saat Bu Asih menceritakan tentang aku yang ditinggal di Panti Asuhan. Saat itu Papa tidak kelihatan marah dengan Pak Santoso. Barangkali saat itu Papa sudah tahu yang sebenarnya, tetapi beliau lupa mengatakan hal itu padaku. Papa mungkin sudah tahu sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD