Bab 25

1096 Words

Suara isak pelan terdengar dari barisan tamu. Termasuk dari beberapa staf rumah tangga yang sudah mengenal mereka sejak awal. Tepuk tangan kecil mengiringi kecupan di kening Elmira saat akad selesai. Mereka resmi menikah—bukan karena surat kontrak, bukan karena ketakutan publik, tapi karena dua hati yang akhirnya memilih satu sama lain. ** Malamnya, saat para tamu sudah pulang, Malik dan Elmira duduk di kasur dengan baju pengantin belum dilepas. “Mira,” kata Malik pelan. “Hm?” “Aku mau bicara soal satu hal lagi…” Elmira menoleh. “Apa?” “Aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi CEO Aryasatya Corp.” Elmira terbelalak. “Kamu serius?! Kenapa?” Malik tersenyum kecil. “Aku sadar… selama ini aku terlalu sibuk membuktikan kehebatan. Tapi aku lupa menjadi manusia. Aku ingin hid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD