Chapter 14

1712 Words

Hari ini, hujan deras menyerbu Los Angeles. Menjadikan suhu di kota yang dijuluki City of Angels tersebut menjadi lebih dingin. Hingga membuat orang-orang malas untuk keluar dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah. Tak terkecuali Aleana yang saat ini duduk di dekat jendela sembari memandangi hujan yang menghantam jendelanya. Menikmati suara hujan yang tak pernah kehilangan kemerduannya. Ia bahkan bisa membayangkan aroma hujan saat menyentuh tanah. Lamunan Aleana seketika buyar saat ia kembali menyadari apa yang baru saja ia lamunkan. Lagi-lagi ia kembali teringat masa-masa indahnya saat bersama Lutfi dulu ketika hujan datang. Terlalu banyak kenangan tentang hujan di antara mereka. Air matanya bahkan telah tergenang di matanya dan siap untuk mengalir jika saja Aleana tak sege

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD