Pagi ini, senyum Aleana tak pernah luntur dari wajah cantiknya. Ini adalah hari pertamanya bekerja di cafe. Ia sangat gugup dan tak sabar untuk bekerja. Dan saat ini ia tengah dalam perjalanan menuju cafe termpatnya bekerja. Ia pun kembali melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 05.45 pagi. Jalanan pun masih sangat sepi. Hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang dan satu atau dua buah mobil yang melintas di jalan. Ia memang sengaja datang sedikit lebih awal hari ini. Ia tak ingin dicap sebagai pemalas di hari pertamanya bekerja. Tak lama setelahnya, Aleana telah tiba di cafe tersebut. Sweet Cafe. Keningnya lantas mengerut saat cafe tersebut masih belum terbuka. Meski begitu, Aleana tak tenggelam dalam kebingungannya. Wajar jika cafe belum terbuka, sekarang belum pukul 6. Da

