Chapter 88

1524 Words

“Sangat tampan,” puji Aleana seraya memandangi suaminya yang hanya dibalut setelan jas seperti biasa. Tapi, entah mengapa pria itu terlihat lebih tampan malam ini. “Memang aku pernah tidak tampan?” tanya Ethan. “Tidak pernah,” jawab Aleana kemudian terkekeh. Ethan lantas tersenyum kemudian mengacak pelan rambut sang istri. “Pergilah. Kasihan Esme sudah menunggumu sejak tadi,” pintanya. “Aku pasti akan kembali dengan cepat,” ujar Ethan yang diangguki oleh Aleana. Keduanya lalu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Menemui Esme yang telah menunggu Ethan sejak tadi. “Aku pergi dulu,” pamit Ethan kemudian mengecup kening Aleana. Setelahnya, ia dan Esme pun beranjak dari sana menuju sebuah club yang menjadi lokasi pesta perayaan proyeknya. Tak berapa lama kemudian, akhirnya Ethan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD