PLAK! Aleana menampar Lutfi setelah berhasil mendorong pria itu menjauh setelah menciumnya. “Kau gila, Lutfi! Apa yang baru saja kau lakukan?!” bentak Aleana dengan air mata yang mulai menetes. Melihat Aleana yang mulai menangis, Lutfi segera tersadar. Saat ia hendak mendekati Aleana, wanita itu segera mundur yang membuat Lutfi semakin merasa bersalah. “Alea, aku-” “Mulai sekarang, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Berhenti datang ke rumahku!” seru Aleana kemudian langsung masuk ke dalam rumah seraya menutup pintu dengan keras. Setelah menutup pintu, Aleana bergegas lari menuju kamarnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Sesampainya di kamar, tubuh Aleana langsung merosot di depan pintu. Ia lalu memeluk kedua lututnya dengan isakan tangis yang ia tahan semakin menj

