Siang ini, terik matahari bersinar cerah tepat di atas kepala. Burung-burung bersiul merdu dengan kedua sayap yang mengantar mereka untuk terbang ke mana pun. Angin bertiup sepoi-sepoi menerpa dedaunan hingga menimbulkan bunyi gemeresik yang sangat nyaman di telinga. Orang-orang pun melakukan aktivitas masing-masing dengan hati riang dan produktif. Namun, jauh dari indahnya cuaca hari ini. Di dalam sebuah kamar yang remang-remang akibat gorden yang tidak terbuka, Aleana meringkuk di atas tempat tidur. Tatapannya kosong dengan mata bengkak dan memerah, wajahnya terlihat pucat, seolah tak ada tanda kehidupan pada wanita itu. Saat ini, keadaan Aleana terlihat berantakan akibat semalaman menangisi hidupnya yang malang. Ia tak pernah membayangkan kalau kehidupan rumah tangganya akan berakhir

