Bab 12

779 Words
Hera dan Tanaka tak bisa lagi menghalangi Gaharu. Tapi Hera tak menyerah ternyata. Dia bermaksud akan menyusul Gaharu ke negaranya. Dia ingin melihat seperti apa wanita yang di pilih Gaharu sampai Gaharu menolaknya. "Gaharu, kau berani menolak ku? Siap siap wanita mu akan menerima akibatnya." batin Hera. Hera kali ini membiarkan Gaharu pergi tapi dalam kepalanya sudah banyak rencana yang akan dia lakukan pada Gaharu. Selama dalam perjalan menuju bandara, Gaharu hanya terdiam mengingat apa yang terjadi pada meting hari ini. "Ger, awasi wanita itu. Dia pasti tak akan diam saja." Gerald paham dengan apa yang dikatakan oleh Gaharu. Banyak kolega bisnis Gaharu yang nekat hanya untuk bisa naik ke ranjang Gaharu. Mereka tak tahu saja seperti apa singa betina milik Gaharu yang sekarang . Bahkan Gerald masih bingung, ketika Aleska di selingkuhi dia tak menangis, galau atau meraung. Dia memilih menarik Gaharu sebagai penguatnya. Otak yang brilian sekali. Bagi Gerald bertindak dengan cara yang halus yang akan membuat Gaharu tak bisa lepas dari Aleska. Mereka segera berangkat untuk pulang ke negaranya. Gaharu juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan Aleska yang sejak kemarin membuatnya pusing. "Aku tak sabar ingin bertemu dengan kelinci kecil ku." gumam Gaharu. Sementara Gerald memutar bola matanya jengah melihat tuannya yang mulai bucin dengan Aleska. Tapi dia sedikit khawatir jika masa lalu Gaharu tiba tiba kembali. "Sepertinya nanti aku akan bicara dengan Tuan Muda untuk berjaga jaga." batin Gerald. # Sementara itu, di satu sisi seorang gadis terus berguling guling di atas kasur. Dia memikirkan Gaharu yang tadi tiba tiba memutuskan sambungan telfonya. Entah kenapa itu malah membuat Aleska tak tenang. "Kenapa malah tak bisa di hubungi? Om Aru marah padaku? Kalau dia batalin pernikahan nya bagaimana?" Sampai hampir pagi Aleska tak bisa memejamkan matanya karena memikirkan Gaharu yang tadi memutuskan sambungan telfonnya. Dia tak bisa tidur, hanya karena takut jika Gaharu sampai membatalkan pernikahannya karena salah paham. "Aduh, kalau beneran dibatalkan bagaimana?" "Siapa yang mau batalkan?" Tubuh Aleska membeku di tempat tidurnya. Dia mengerjapkan matanya lucu dan mencoba fokus pada pendengarannya tadi. "Kok aku dengar suara Om Aru? Apa ada hantu ya di kamarku?" gumam Aleska pelan. Seseorang yang sedang berdiri di dekat pintu kamar Aleska melipat bibirnya ke dalam menahan tawa. "Sayang ..." panggil Gaharu lagi. Aleska langsung menoleh, dan matanya membelalak ketika melihat sosok Gaharu sudah ada di kamarnya. Bruk.... Aleska yang terkejut tak sengaja bergerak ke pinggir ranjang lalu terjatuh. Gaharu panik, dia menghampiri Aleska lalu menantunya berdiri. "Aduh sakit ...." Aleska meringis ketika merasakan tubuhnya sakit akibat terjatuh. "Kau tak apa apa? Kenapa kau ceroboh sekali?" Aleska ingin menangis, bukannya di obati tapi Gaharu tiba tiba ada disana dan malah ingin mengomelinya sekarang. "Eh...." "Sayang, kenapa menangis? Aku buat salah?" Bugh Aleska memukul d**a Gaharu karena kesal. Bisa bisanya Gaharu bertanya seolah tak terjadi apa apa sebelumnya. "Ih, kok malah pulang. Sana, pergi lagi. Kenapa malah pulang, bukannya disana Om Aru bertemu....mmphhh....." Mata Aleska membola ketika tiba tiba Gaharu menciumnya. Tak hanya mencium biasa. Tapi Gaharu juga melumat bibir gadis itu. Mendorongnya pelan sampai tubuh Aleska terbaring kembali. Tangan Gaharu mulai merembet ke arah yang lain. "Om......Eungh ...." Dan.... Bruk.... "Aduh ....sakit ....." Aleska mengusap pantatnya yang terbentur lantai. Lalu melihat sekitar. "Loh, kok tak ada Om Gaharu nya? Bukannya tadi...." Aleska melihat sekeliling kamarnya, dia celingukan bingung. Dan detik berikutnya Aleska tersadar jika ternyata dia hanya bermimpi. Aleska menepuk keningnya pelan. Bisa bisanya dia bermimpi jika Gaharu sudah pulang dan masuk ke dalam kamarnya pagi pagi. "Duh, malah mimpi.... tapi berasa nyata sekali." Aleska ingin bangun dari duduknya sampai pintu kamarnya terbuka menampilkan Mommynya yang melongo. "Astaga, Aleska... Kau kenapa tidur dilantai?" Rasya masuk ke dalam kamar lalu membantu Aleska untuk berdiri. "Tak tidur dilantai, tadi jatuh dari ranjang." adu Aleska. Sebelah alis Rasya terangkat, melihat Aleska bingung. Bagaimana polah putrinya itu sampai tidur saja terjatuh. "Kok bisa kau sampai terjatuh?" "Mimpi Om Aru pulang dan masuk kamar Aleska!" Seketika Aleska menutup mulutnya karena kelepasan bicara. Rasya sang Mommy yang mendengar itu kembali melongo, lalu detik berikutnya doa tergelak. "Hahaha, kau sampai bermimpi. Kalau kangen telfon saja. Bukannya kemarin kau juga yang mengajak nya menikah duluan?" Goda Rasya. Aleska yang kesal, mendorong tubuh Rasya agar keluar dari dalam kamarnya. "Mommy keluar saja, aku mau mandi. Jangan ganggu aku, habis ini aku mau lanjut tidur lagi. Jangan masuk kamarku tiba tiba. Atau kau pecat jadi Mommy ku." Rasya yang mendengar itu, langsung menjewer telinga Aleska. "Bisa bisanya mau pecat Momy, kau mau jadi anak durhaka?" Aleska tak menjawab, Rasya terus berteriak ketika sudah ada di depan kamar Aleska. Sementara Aleska langsung ke kamar mandi untuk menghilangkan pikirannya tentang Gaharu. "Kenapa malah mimpi aneh aneh, bahaya sekali!" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD