Bab 13

941 Words
Asila yang sudah di perbolehkan pulang terpaksa harus membayar biaya rumah sakitnya sendiri. Kali ini tabungan nya terkuras habis karena dia terlanjur mengambil kamar VVIP. Luke sendiri tak memberikan uang kepada Asila karena tabungannya menipis. Terlebih hari ini, mobil dan apartemen nya sudah di ambil alih oleh orang orang yang katanya membeli properti itu. Asila pulang ke apartemen menggunakan mobilnya yang belum di ambil oleh Aleska. Tapi setiba nya di apartemen nya, mata Asila membelalak karena semua barang barang miliknya sedang di keluarkan oleh orang orang tak di kenalnya. "Hei, kalian ini siapa hah? Lancang sekali masuk ke apartemen ku!" teriak Asila. Orang orang yang sedang mengeluarkan barang barang itu berhenti lalu menatap Asila dengan tatapan biasa. "Apartemen ini sudah laku, karena Nona Aleska menjualnya. Dan hari ini sudah ada yang akan menempati. Juga mobil yang kau bawa. Hari ini juga harus kami ambil." Asila syok, dia kira Aleska hanya bercanda ketika meminta semua yang dibawa Asila tapi ternyata Aleska tak main main. "Tidak, kalian tak bisa membawa mobilnya. Mobil itu milikku!" teriak Asila keras. Salah satu orang orang itu langsung menunjukan surat surat kepemilikan yang sah atas mobil yang dibawa oleh Asila. "Surat ini menyatakan jika Nona Aleska pemilik sah mobil itu. Dan dia sudah melaporkan jual terkait mobil itu. Jika kau masih bersikeras memakainya, bukan salah kami atau Nona Aleska jika kau di tangkap polisi atas kasus pencurian mobil. Jadi lebih baik kau bekerja sama dengan baik untuk menyerahkan kunci mobil itu pada kami." Tubuh Asila terhuyung, wajahnya berubah pias. Dan karena insiden itu penghuni lain menjadi tahu siapa Asila sebenarnya. "Wah, aku kira dia pemilik asli. " "Benar, mana gayanya selangit. " "Ternyata dia numpang hidup sama sahabatnya. Malah mengaku mobilnya miliknya." "Tak tahu malu sekali. " Semua bisik bisik mulai terdengar, meskipun disana adalah orang kalangan elit tapi saat ini berbarengan dengan para penghuni yang akan berangkat bekerja. Asila juga terkenal sombong disana jadi pantas jika orang orang itu langsung membicarakan nya. Mereka akhirnya mengambil paksa kunci mobil yang sejak tadi dibawa Asila. "Tidak, jangan ambil itu!" teriak Asila. Tapi orang orang itu tak peduli. Mereka langsung mengunci apartemen dengan mengganti sandi dan juga sidik jarinya. Mereka pergi meninggalkan Asila yang masih tak percaya jika Aleska melakukan semua itu kepadanya. "Aleska, sialan kau. Kenapa kau berubah begini? Kau membuat ku marah Aleska. Awas saja kau!" Asila berusaha menghubungi Aleska tapi tetap saja Aleska tak lagi mengangkat telfonnya. "Argh..... Sialan kau Aleska!" teriak Asila seperti orang gila. Lalu Asila ingat jika jam segini pasti Aleska sudah ada di toko Roti nya. "Dia pasti disana, anak yatim piatu itu pasti disana!" Asila bangkit dari lantai, dia mengambil koper koper miliknya. Dia akan membujuk Aleska untuk menampungnya di toko Roti itu. Asila ingat jika di belakang toko itu juga dibangun rumah minimalis yang biasanya di pakai Aleska untuk istirahat. Sementara itu, Aleska yang memang sejak tadi sibuk dengan toko rotinya sama sekali tak membuka ponselnya. Hampir tengah hari baru dia selesai dan matanya membola ketika melihat beberapa spam chat dan juga telfon dari Gaharu. "Aduh, mati... aduh ini bagaimana?" Aleska mondar mandir sendiri di ruangan sampai dia mendengar suara ribut ribut dari bawah. "Hah, apalagi itu?" Aleska melihat dari jendela, ingin tahu apa yang terjadi di bawah. Tak lama matanya membola ketika melihat siapa yang ada dibawah. Asila ingin menerobos masuk ke dalam tapi para karyawannya menghalangi. "Ih, dia pasti barusan di usir. Tapi kenapa dia bawa bawa koper kesini?" Aleska yang penasaran akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah melihat apa yang di inginkan Asila saat ini. Ketika dia tiba di lantai bawah terlihat Asila berhasil menerobos masuk ke dalam tokonya. "Eh, kau kenapa nangis begini? Katakan pada ku siapa yang jahat padamu, aku akan menghajarnya." ucap Aleska sambil celingukan. Para karyawan nya menatap Aleska bingung tapi mereka langsung bernapas lega ketika Aleska mengedipkan satu matanya ke arah para karyawan. "Aleska, kenapa pada karyawan mu melarang ku masuk? Aku ini sahabatmu!" Asila mengadu pada Aleska dengan wajah sedihnya yang dibuat buat. "Tapi untuk apa kau kesini bawa koper segala?" Aleska melihat koper koper itu dengan wajah penuh tanda tanya meskipun dia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya. "Kau kenapa tega mengusir ku? Kau juga ambil mobilnya? Kau mau bikin akh sedih Aleska? Kenapa kau jahat sekali?" Asila langsung kembali menangis mencari simpati orang orang yang ada disana. Banyak bisik bisik terdengar sampai di telinga Aleska yang menjelekkan Aleska. "Hah?" Semua pengunjung menatap Aleska dengan raut wajah yang berbeda beda. Tapi mereka menganggap Aleska yang jahat padanya. "Kau menyalahkan ku Asila? Aku mengambil apartemen dan mobilku sendiri karena aku butuh uang untuk toko rotiku. Selama ini kau menempati apartemen ku dan juga menggunakan mobil ku pun aku tak pernah mempermasalahkan nya? Terus kenapa tiba tiba kau mengatakan aku tega? Kalau aku mau bahas tega terus kau apa? Kau sering ambil roti disini tanpa mau membayarnya, kau juga mengajak beberapa teman mu nongkrong disini tanpa mau bayar? Terus sekarang aku minta milikku kembali untuk menutupi kerugian ku juga apa aku salah?" Asila terkesiap ketika melihat wajah memelas Aleska dan membeberkan semua yang dia lakukan selama ini. "Aleska, kenapa kau jadi mengungkit semuanya? Apa kau lupa kalau selama ini aku yang selalu menemanimu? Selalu mendukungmu?" Asila mulai kehabisan kesabaran dan itu yang Aleska tunggu. "Kau temani aku bagaimana? Teman teman kantormu menghina ku yatim piatu tapi kau tak membelaku. Belum lagi yang lainnya, dan sejak kemarin kau mau menghubungiku ketika kau membutuhkan uang. Apa itu bisa dikatakan sebagai sahabat? Kau tak menganggap ku, tapi kau hanya mau uangku." "Aleska.....!!!" Tangan Asila terangkat ke atas tapi seseorang menahannya. Semua orang menahan napas ketika tahu siapa yang datang kesana. "Om Aru ..." to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD