Bab 17

1424 Words
Mata Aleska melotot ketika mendengar semua perkataan Gaharu tentang apa yang baru saja terjadi. "Yak.... Om...." Bugh.... Bugh.... Aleska yang kesal langsung memukul d**a bidang Gaharu. "Kau, kenapa jadi m***m begini?" gerutu Aleska. Gaharu mengusap bekas pukulan Aleska yang ternyata berasa sakitnya. "m***m sama calon istri sendiri sayang. Tak salah bukan? Dari pada m***m sama wanita lain." ceplos Gaharu tanpa sadar. Aleska langsung berdiri dan berkacak pinggang di depan Gaharu. Sementara Gaharu menatap bingung pada Aleska. Terlebih Aleska yang menatapnya dengan mata yang melotot. "Sayang, kenapa?" tanya Gaharu yang masih belum sadar apa kesalahan yang dia perbuat. Tangan Aleska terulur ke arah telinga Gaharu laki dia menjewer telinga itu. Bukan hanya jeweran biasa. Tapi Aleska juga menarik telinga Gaharu dengan kuat. Gaharu langsung meringis kesakitan karena tarikan di telinganya. "Sayang.... aduh ampun....." "Oh, jadi mau m***m sama wanita lain....Begitu? Coba mana wanita lainnya.... bawa kesini, aku mau ketemu. Sekalian aku antar Om Aru dan wanita itu menikah. Juga aku kirim kalian honey moon di sss!" Glek.... "Mati aku, ternyata tadi aku salah bicara. Dia kan habis di selingkuhi. Malah aku bilang mau ke wanita lain. Aduh ini kalau dia ngamuk dan tak mau lagi menikah dengan ku gawat!!" batin Gaharu. "Sayang, ampun..." "Lepasin dulu ya...." "Bukan begitu maksudnya, bagaimana mungkin aku cari wanita lain kalau sudah punya calon istri secantik kau." Aleska yang kesal langsung melepaskan jewerannya. Bisa bisanya Gaharu malah menggombal seperti itu. Aleska bahkan mencebik ketika mendengar gombalan Gaharu padanya. Belum sempat Gaharu merayu Aleska, pintu ruangan Aleska di ketuk dari luar. Tapi belum sempat Aleska menjawab, seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Mata Gaharu dan Aleska membola ketika melihat siapa yang masuk. Sontak mereka langsung saling lirik. "Aleska... apa yang kau lakukan pada Asila. Kenapa kau usir dia? Dia baru saja keluar dari rumah sakit. Kenapa kau jadi jahat begini? Dia sahabat mu? Kau jangan...... " Mata Luke melotot ketika melihat siapa yang tengah duduk disana sambil melihat tajam ke arahnya. Sementara Aleska berdiri santai tak jauh dari Gaharu. "Tu-tuan Gaharu....." Luke mulai ketakutan ketika melihat Gaharu ada disana. Sementara Aleska langsung melipat bibir nya ke dalam menahan tawa. "Kau tadi bilang apa? Aku mengusir Asila. Wah, tak salah dengar kah aku? Kau kekasihku, tapi kau tiba tiba menerobos masuk ke ruangan ku dan langsung mengomeliku. Benar benar ya? Atau jangan jangan kau suka sama Asila?" Luke yang mendengar semua itu langsung gelagapan. Dia tak menyangka respon Aleska akan langsung seperti itu. "Sayang ..." Tangan Aleska langsung menghentikan Luke yang ingin mendekat ke arahnya. "Aku akan bicara dan jangan kau sela. Sebenarnya aku sudah lama curiga dengan kalian berdua. Terutama kau, setiap aku selisih pendapat dengan Asila, kau tak pernah mendengar alasan ku. Tapi kau langsung menuduh ku jahat dengan Asila. Kau bahkan langsung membelanya. Dan juga, setiap aku butuh kalian berdua, kalian tak pernah ada secara bersamaan. Kalian selalu bilang kalau kalian ada tugas bersama dari kantor dan harus bepergian berdua. Kebetulan sekali, hari ini Om Aru mampir kesini untuk mengambil roti pesanan Mamanya. Jadi aku akan bertanya pada Om Aru, apa benar ada tugas dinas seperti itu antara karyawan dengan jabatan biasa dan juga sekertaris!" Mata Luke membelalak, dia kehabisan kata kata untuk membalas Aleska. Luke lalu melihat Gaharu dengan wajah takutnya karena selama ini pekerjaannya pun masih aman hanya karena Aleska. "Sayang, aku bisa jelaskan. Tuan Gaharu, tak mungkin mengetahui hal biasa seperti ini. " sahut Luke panik "Aleska, jika kau mau tahu, aku bisa menanyakan pada divisinya. Kebetulan aku besok akan evaluasi semua pekerjaan karyawanku. Jadi sekalian saja. Dan juga aku sempat mendengar desas desus ada yang memakai dana kantor untuk keperluan pribadinya. Jadi bagaimana Aleska?" Gaharu menyeringai ke arah Luke yang semakin ketakutan. "Baik Om, lakukan saja! " # Luke mulai kelabakan karena Aleska ternyata malah meminta Gaharu untuk memeriksa semua perjalanan dinas Luke selama ini. Luke mencari akal agar dia tak sampai kena masalah. Lalu dia ingat, kenapa Gaharu jika mengambil harus ke ruangan Aleska? Kenapa tak menunggu diluar saja? "Tunggu, aku baru sadar. Kenapa kau dan Tuan Gaharu ada di dalam sini berdua saja. Kau tak selingkuh bukan?" Luke menunjuk wajah Aleska dengan sorot mata yang tajam. Aleska bersandar santai pada meja di belakangnya. Menatap Luke dengan tenang. "Kenapa memang? Aku terbiasa bertemu dengan Om Aru karena Mamanya sering pesan roti disini. Dan keluarga Om Aru juga baik dengan ku. Apa salahnya kalau Om Aru menunggu disini?" Luke semakin geram dengan Aleska. Dia merasa jika Aleska benar benar berubah saat ini. Tak seperti biasanya yang selalu menurut kepadanya. "Aleska kau ini kenapa? Tiba tiba sekali kau berubah, dan kau mengambil semua yang kau berikan pada ku juga Asila? Apa mau mu sebenarnya? Atau jangan jangan kau memang ada hubungan dengan Tuan Gaharu? Kau tak sadar, apa mungkin Tuan Gaharu mau menyukai tukang roti seperti mu? Lagi pula kau dan Tuan Gaharu tak sebanding, kenapa kau mencoba menggodanya? Kau kan yang memaksa Tuan Gaharu untuk menemani mu?" Gaharu mengepalkan kedua tangannya menahan marah. Dia tak tahu jika Luke bisa menghina Aleska sampai menuduhnya selingkuh seperti itu. Gaharu ingin menghajar Luke, tapi Aleska sudah berbicara terlebih dahulu. "Luke, selama dua tahun aku bersama mu tak pernah protes macam macam atau menuntut mu dengan hal hal yang jelas tak akan pernah bisa kau berikan kepadaku. Dan juga apa selama ini aku terlalu baik padamu sampai kau harus mengatakan aku menggoda laki laki lain?" Aleska berdiri dengan tegak, dia berjalan pelan ke depan Luke dengan tatapan dinginnya. "Dan kali ini, kau datang kemari untuk membela Asila yang jelas bukan siapa siapa untukmu. Memarahiku di depan orang lain. Aku curiga, sebenarnya kalian ada hubungan apa di belakangku sampai kau melewati batasmu seperti ini?" Luke mulai gelagapan, dia tak tahu jika Aleska akan membalik semua perkataannya dengan pernyataan yang tak ada dalam pikirannya sama sekali. Luke bahkan harus mundur selangkah ke belakang karena tiba tiba dia merasa takut dengan tatapan Aleska saat ini. "Ke-kenapa tiba tiba kau membahas itu? Aku tak ada hubungan apa apa dengan Asila. Kau tak bisa menuduh sahabatmu seperti itu Aleska, dia pasti akan sedih. Kenapa kau jadi jahat pada nya? Dia tak salah apa apa Aleska." Sampai saat ini, Luke pun masih membela Asila secara terang terangan. Dan itu membuat Aleska, jengah. "Sahabat mana yang mau berbagi peluh dengan kekasih sahabat nya sendiri?" sindir Aleska. Dia lalu mengeluarkan ponselnya, memutar video di ponselnya dimana ada video menjijikan itu. Dimana berisi Asila dan Luke sedang bercinta di apartemen miliknya. Mata Luke membola, dia melihat Aleska dengan wajah pias. "Sa-sayang, itu bukan aku. Tolong jangan percaya video itu. Siapa yang memberikannya padamu, aku akan menghajarnya. Aleska jangan percaya pada orang lain. Tolong percaya padaku." Luke ingin meraih tangan Aleska tapi Aleska menolak dan memilih menjauh. Sementara Gaharu hanya menonton dalam diam. Tapi dia terus mengawasi dan menjaga Aleska. "Oh, kau ingin menghajarnya. Baik, kalau begitu. Hajar saja aku, karena aku sendiri yang mengambil videonya!" Wajah Luke semakin pucat pasi kali ini, dia tak tahu sejak kapan Aleska tahu tentang itu. Apalagi jika menyangkut Asila dan hubungan terlarangnya. Selama ini mereka menyembunyikan nya dengan rapi karena setiap kegiatan Aleska dia selalu memberitahu Asila. Jadi mudah untuk Luke dan Asila untuk selalu berduaan. "Aleska, aku hanya khilaf. Dia berkali kali menggodaku. Dan aku laki laki normal." Luke membela dirinya sendiri dengan narasi yang menjijikan dan itu membuat Aleska semakin muak. "Cukup, kalian berdua memang cocok sih. Sama sama tak punya malu. Aku menolong kalian berdua tapi kalian berdua berani sekali menikam ku dari belakang. Dan hari ini di saksikan Om Aru, kita putus. Aku tak akan melakukan apapun untuk kalian orang orang yang tak tahu diri ini. Jadi jangan mengganggu ku setelah ini. " Mata Luke melotot dia tak terima, bukan karena dia kehilangan Aleska, tapi dia juga akan kehilangan uang yang selama ini Aleska berikan kepadanya secara cuma cuma. Aleska berbalik dan ingin mengajak Gaharu pergi, tapi tangannya di cekal kuat oleh Luke, yang membuat Aleska meringis kesakitan. Gaharu yang sejak tadi diam saja langsung bertindak. Ganti tangan Luke yang di cengkeram kuat oleh Gaharu. "Lepaskan tangan mu dari Aleska!" Nada bicara Gaharu terdengar marah saat ini. Tangan Aleska akhirnya terlepas ketika Gaharu semakin menekan kuat tangan Luke. "Tu-tuan, tolong lepaskan. Kau bisa mematahkan tangan ku." Luke meringis kesakitan karena Gaharu tak mau melepaskan nya juga. "Aleska, panggil orang buat usir dia." Aleska mengangguk, dia langsung menghubunginya karyawan nya di bawah untuk menyeret Luke pergi dari sana. Tak lama, karyawan Aleska datang dan Gaharu langsung mendorong tubuh Luke ke arah karyawan Aleska. "Bawa dia pergi dari sini, jangan biarkan dia masuk kembali ke toko ini!" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD