Sore itu langit berwarna pucat, matahari perlahan turun di balik pepohonan ketika Keizara menggenggam tangan kecil Syakira memasuki area pemakaman. Langkahnya pelan, seolah setiap pijakan membawa beban kenangan yang tidak pernah benar-benar pergi. Udara di sana tenang. Hanya ada suara daun bergesekan dan sesekali langkah orang lain yang datang untuk tujuan yang sama, mengunjungi, mengenang, dan merindukan mereka yang telah tiada. Seharian Zhavi menemaninya, bahkan dia memesankan televisi dan sofa untuk kontrakan Keizara. Keizara sudah menolaknya namun Zhavi berkata bahwa dia tak mau ditolak dan suatu saat jika Keizara sudah kaya raya dia boleh membayarnya. Keizara menganggap hal itu hanya sebuah kalimat candaan karena Zhavi yang tak mau Keizara menolak kebaikannya. Baru lah setelah Zhav

