Bab 17 Pagi gerah dan rezeki baru

1087 Words

Pukul 08:15 pagi.Revan sampai di halaman rumah panggung bambu, napasnya masih agak ngos-ngosan karena jalan cepat dari kebun Paijo. Tangga bambu panjang yang biasa dipakai buat tambal atap masih bersandar di gudang belakang, palu dan paku cadangan juga ada di sana. (Dia buru-buru masuk ke gudang kecil di samping rumah, tapi sebelumnya lewat dapur terbuka yang pintunya setengah terbuka.)Aroma nasi goreng sisa pagi tadi masih menempel di udara, campur bau bawang goreng dan minyak kelapa. Dari dalam dapur terdengar tawa kecil Cici dan Vita yang lagi asik main masak-masakan—mungkin lagi hangatin sisa nasi atau bikin teh.Revan melirik sekilas ke dalam, (dan langsung membeku di tempat.)Cici lagi jongkok di depan tungku tanah liat, rok mini denimnya naik tinggi banget karena posisi duduk bersila.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD