Aman berdiri gagah di depan cermin, satu minggu sudah ia menunggu hari ini. Hari dimana ia akan mengucap ijab kobul untuk yang kedua kalinya pada wanita yang sama. Ditatapnya bayangannya di cermin lalu tersenyum. “Papa …” teriak Bian mengetuk pintu kamarnya. “Iya … masuk, Sayang!” sahut Arman bergegas beranjak dari depann cermin. “Papa … Ayo berangkat! Oma sama opa sudah menunggu.” “Iya, Ayo … kita jemput mama dari rumah kakung,” ujar Arman menjulurkan tangan. Bian segera menyambut tangan itu, lalu keduanya berjalan dengan wajah berseri meninggalkan kamar. Oma dan opa tersenyum melihat Arman dan Bian yang terlihat kompak dengann jas hitam yang mereka pakai. Satu kuncup mawar putih di saku atas, membuat keduanya semakin menawan. Sesaat kemudian Arman dan rombongan segera berangkat menu

