Usai acara akad Nikah, satu persatu tamu mulai pamit pulang. Mata hari masih tinggi dan gagah bersinar di atas sana. Nayla sudah mengemasi barang-barangnya sehari sebelum acara. Ia sudah tidak sabar ingin kembali ke Jakarta. Ia harus mulai membenahi perusahaan rumah produksi yang ditinggalkan Widi. Untungnya Lia sudah mengurus agar segel polisi di kantor itu segera di lepas. “Hati-hati di jalan, ya, jaga cucu -cucu papa,” pesan kakung pada Nayla yang minta izin kembali ke Jakarta. “Iya, Pa. Insya Allah. Doakan Nay,” ujarnya mencium punggung tangan kakung dan uti. Bian, Arman, dan semua rombongan juga berpamitan. Sesaat kemudian, mobil rombongan membawa mereka kembali ke Jakarta. Hampir sepanjang perjalanan, Bian, Arman dan Nayla yang berada dalam satu mobil, tertidur. Hari ini cukup mel

