“Assalammualaikum,” ujar Arman menyapa Nayla dan Bian yang sedang sarapan pagi. Ia menerobos masuk rumah itu tanpa menunggu tuan rumah mempersilakan. “Waalaikum salam,” sahut keduanya hampir bersamaan. Nayla terkesiap melihat Arman yang langsung duduk di meja makan tepat di sampingnya. “Mas Arman, ngapain ke sini?” tanya Nayla menatap lekat. “Mau sarapan.” Sahutnya tersenyum. Nayla diam, matanya penuh seliik menatap Arman. “Kangen sarapan buatan kamu,” bisik Arman pelan. “Halah, Gombal! Buatanku apa buatan Maya?” tanya Nayla cari gara-gara. Seketika wajah manis Arman berubah cemberut. Ia berpaling, kesal sekali rasanya Nayla kembali mengusik masa lalu itu. Nayla tersenyum melihat reaksi Arman. Ia membiarkan saja lelaki itu tidak nyaman mendengar nama mantan orang ketiga di rumah

