Part 95

1762 Words

Arman diam, ditatapnya Nayla lekat. “Berapa lama aku harus menunggu?” tanya Arman yang mulai pasrah dengan keputusan Nayla. “Satu tahun. Datanglah kembali ke rumah ini pada tanggal yang sama tahun depan,” ujar Nayla menunduk. Matanya enggan menatap mata Arman. Hening. Kakung terlihat gelisah. Berulang kali ia menarik napas dalam. Ia tahu Nayla masih sangat mencintai Arman. Jujur, ia khawatir keduanya khilaf dan berbuat dosa. Ini tidak bisa dibiarkan! “Ya sudah, jadi begitu saja... Silakan datang ke sini tahun depan di tanggal dan bulan yang sama. Sementara itu tolong jaga Bian, karena Nayla dan Hana akan tinggal di sini sampai waktu yang telah kita tetapkan,” ujar kakung enggan menyebut nama Arman. ia belum ingin sepenuhnya berbaikkan pada mantan menantunya itu. Seketika Nayla menoleh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD