3. Rahasia Zavian dan Vano

1043 Words
Kayla menyadari sesuatu, bahwa ada yang Zavian sembunyikan darinya. Tapi lagi-lagi pria itu hanya tersenyum sambil menggeleng. "Bukan apa-apa, hanya firasatku saja. Jadi lebih baik kamu menghindari Vano." Kayla membuka mulut hendak bicara lagi, namun Zavian lebih dulu bangkit dari duduknya. "Hari ini sebaiknya apa yang kita lakukan?" "Aku tidak tahu," sahut Kayla singkat. Lebih tepatnya wanita itu merajuk. "Ayolah, kamu marah padaku?" goda Zavian. "Kaylaaa?" Pria itu menyentil hidung istrinya. "Kita jalan-jalan saja hari ini bagaimana?" usulnya kemudian. "Terserah." Jawaban singkat Kayla sudah cukup memberi kode jika perempuan itu memang marah pada Zavian. "Ayo bersiap, kita jalan-jalan sekarang supaya kamu tidak marah lagi." Zavian tahu apa yang harus dilakukan ketika seorang wanita merajuk. Meski dengan gestur masih marah, tapi Kayla akhirnya benar-benar bersiap dan hal itu membuat Zavian tertawa geli melihat kelakuan istrinya. *** Karena bukan akhir pekan, tempat wisata yang Zavian dan Kayla datangi tidak begitu ramai pengunjung. Kayla langsung membagikan foto-foto ke sosial media miliknya, dan seseorang melihatnya. Ketika mengetahui lokasi Kayla, seseorang itu dengan nekad langsung mendatangi tempat yang sama. "Kay, aku ke toilet dulu." Zavian pergi ke kamar mandi, sedangkan Kayla duduk menunggu di kursi taman sambil melihat-lihat beberapa foto yang sudah dia dan Zavian ambil bergantian. "Wah, dia pandai memotret juga." Kayla memuji hasil foto suaminya. Hingga tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya. "Kayla!" "Vano? Kenapa kamu bisa ada di sini?" Kayla langsung berdiri karena terkejut. Dia kemudian ingat jika membagikan foto ke sosial medianya. "Astaga! Kamu mengikutiku?" Tentu saja Kayla merasa sedikit takut saat ini karena kemunculan Vano yang tiba-tiba. Dia menengok kanan-kiri mencari sosok Zavian, tapi sepertinya sang suami belum kembali dari toilet. "Kayla kamu harus dengar penjelasanku. Zavian menikahimu karena aku, dia tidak mencintaimu Kayla!" Meski sudah diperingatkan oleh Zavian, tetap saja Vano keras kepala. Bahkan pria itu langsung menghampiri Kayla meski tahu perempuan itu sedang bersama Zavian. "Hentikan omong kosongmu, Vano!" Zavian muncul dan langsung berdiri di depan Kayla. "Sudah aku peringatkan untuk menjauh dari Kayla! Kamu menguntit istriku hah?!" "Kau yang seharusnya berhenti! Untuk apa menikahi wanita yang tidak kamu cintai hanya untuk membalasku?!" Vano kembali beradu mulut dengan Zavian. "Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi?! Aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa!" seru Kayla, karena Vano dan Zavian tidak ada yang menjelaskan apa yang sedang terjadi. "Kamu percaya Vano atau aku? Untuk apa aku menikahimu kalau aku tidak mencintaimu? Jangan dengarkan perkataan Vano, Kayla! Dia hanya tidak ingin melihat kita bahagia." Zavian memeluk pinggang Kayla posesif. "Pergi dari sini, Vano. Jangan mempengaruhi istriku dengan omong kosongmu." Vano hendak bicara lagi, tapi melihat ekspresi Kayla yang ketakutan membuat pria itu mengurungkan niatnya. Kali ini dia belum berhasil, tapi Vano tahu dia masih bisa mencari kesempatan lain untuk bicara dengan Kayla tanpa ada Zavian. "Urusan kita belum selesai! Aku akan buktikan pada Kayla pria seperti apa kau, Zavian!" Vano akhirnya pergi dan kembali gagal menjelaskan pada Kayla. "Jika Vano muncul lagi, kamu seharusnya pergi, Kay. Jangan meladeni pria seperti dia. Sepertinya dia terobsesi denganmu hingga bicara yang tidak-tidak tentang aku." Jelas Kayla mendengar Vano mengatakan jika Zavian tidak mencintainya dan hanya untuk membalas sesuatu. Tapi apa maksudnya? Kenapa Zavian membalas Vano? Pasti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka, namun Kayla tidak tahu apa persisnya. "Apa ada hal yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Kayla, seraya melepaskan tangan Zavian yang melingkar di pinggangnya. "Kamu lagi-lagi ragu padaku karena ucapan Vano, Kay. Sepertinya kamu memang tidak percaya padak," ucap Zavian, dengan nada putus asa. "Vian ...." Kayla meraup wajahnya. "Maaf, maafkan aku. Aku hanya masih tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi. Vano terlihat begitu marah padamu." "Seharusnya aku yang marah padanya karena dia sudah mengganggu istriku. Dari yang aku lihat Vano menyukaimu dan tidak senang dengan pernikahan kita. Aku takut dia berniat membuat kita berpisah, Kayla. "Tidak mungkin dia menyukaiku. Vano menyukai Ariana, dia beberapa kali terlihat dekat dengan sahabatku. Tidak mungkin tiba-tiba dia menyukaiku," tepis Kayla. Zavian akhirnya menyadari jika Vano memang belum sempat mengungkapkan perasaannya pada Kayla. Di sisi lain Kayla salah paham dan mengira Vano menyukai sahabatnya. Memang kesempatan itu datang untuk Zavian, yang akhirnya bisa dengan mulus mendapatkan hati Kayla dan merebutnya dari Vano. Sebenarnya Vano menyukai Kayla bukannya Ariana. Vano dekat dengan Ariana untuk mencari informasi tentang Kayla. Pria itu banyak menanyakan hal tentang Kayla pada sahabatnya, namun Kayla salah mengira. Akhirnya Vano dan Kayla sama-sama tidak tahu perasaan mereka berdua. Andai saja Vano langsung mendekati Kayla tanpa lewat Ariana. Andai saja Vano bergerak lebih cepat, mungkin saat ini Kayla menjadi istrinya, bukan menjadi istri Zavian. Setidaknya Vano bisa menyatakan perasaannya lebih dulu pada Kayla, namun semuanya sudah terlambat. Zavian bergerak lebih cepat dan bahkan Vano tidak tahu pergerakannya. Tiba-tiba saja dia dipaksa ayahnya untuk hadir di pernikahan Zavian. Tentu saja Vano dipaksa hadir, karena bagaimanapun mereka keluarga, meski saudara tiri. Ya, Zavian dan Vano merupakan saudara tiri. Ayah Zavian dan ibunya Vano menikah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Saat itu Zavian dan Vano duduk di kelas sembilan. Sejak hari pertama bertemu keduanya tidak pernah akur dan bagaikan musuh. Zavian menganggap kedatangan Vano dan ibunya menghancurkan rumah tangga ayahnya. Akhirnya ayah dan ibu Zavian bercerai. Sejak saat itu Zavian begitu membenci Vano dan ibunya. Vano dan Zavian beberapa kali terlibat perkelahian di sekolah. Mereka berdua juga sempat berebut seorang wanita semasa SMA, saat itu Vano berhasil mendapatkan gadis yang Zavian sukai. Jadi sekarang, giliran Zavian membalas perbuatan Vano. "Vano menyukai Ariana?" ulang Zavian, yang diangguki oleh Kayla. Tapi dari anggukkan lemah itu Zavian menyadari ada kekecewaan di sana. "Kenapa rasanya raut wajahmu begitu kecewa? Sepertinya kamu menyukai Vano, tapi ternyata Vano menyukai sahabatmu?" Zavian menjeda kalimatnya. "Biar aku tebak ... kamu menerimaku karena tidak bisa bersama Vano? Apa tebakanku benar?" "A-apa maksudmu?! Kenapa jadi kamu yang menginterogasi aku? Aku lebih dulu bertanya padamu, Vian. Apa sebenarnya yang ingin kamu balas pada Vano?" Kayla mengelak menjawab, karena terkadang Zavian benar, tapi dia tidak mau mengakuinya. Dan sudah seharusnya saat ini Zavian menjelaskan apa yang terjadi antara dia dengan Vano agar Kayla bisa mengerti. Perempuan itu melipat kedua tangannya di depan d**a menunggu penjelasan dari Zavian. "Baiklah akan aku beritahu rahasia antara aku dan Vano." Zavian kemudian mendekat pada Kayla. Dia menunduk sedikit dan membisikkan sesuatu di telinga istrinya, yang membuat mata Kayla membola mendengarnya. "Kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD