“Saya serius dengan lamaran saya, Bu Rahayu, Nandita. Lagian daripada kamu galau memikirkan mantanmu yang masuk grup 'halo dek' tapi keblinger itu, mending menikah sama saya, Dit. Selain jadi Ibu Camat, kamu juga dapat bonus jadi ibunya Mikha. Bagaimana?” Suara bariton Pak Baskara menggema di ruang tamu kami yang sederhana, mengisi setiap sudut ruangan dengan pengakuan yang terasa begitu nyata sekaligus mustahil. “Saya menyukaimu sudah lama, tapi selama ini terhalang oleh penantianmu terhadap Huda. Tapi sekarang kamu sendiri, kan? Jadi saya rasa, tidak ada salahnya saya mengutarakan keseriusan saya sekarang.” Beliau menarik napas, lalu beralih menatap Ibu dengan sorot mata yang sungguh-sungguh. “Bu Rahayu, saya ingin melamar Nandita untuk menjadi istri dan ibu dari anak saya, jika Ibu da

