58

1277 Words

"Sebenarnya, itu karena ...." Aku dan Neni berpandangan. Kulepas tangan Mas Yoga yang memeluk lututku lalu aku duduk di kursi. Ia mengikuti, menoleh memandang mantan istrinya ini tanpa mengucap apa pun. Neni menatapnya kesal. "Kenapa terus diam? Coba katakan!" Tatapan Neni memancar sinis, terlihat sekali sangat benci pada Mas Yoga. Ia terus berdiri di sampingku, sesekali menyentak napas. Mas Yoga memandangku tanpa mengucap apa pun. Tangannya saling meremas di atas pahanya. Kutatap ia dengan tak sabar. "Mas Yogi yang memintaku agar aku menikahi Anita. Anita hamil anaknya." "Apa, Mas?!" Bagai disambar petir aku mendengarnya. Aku menatapnya seolah baru saja salah dengar. Mas Yoga mengangguk dengan penuh keyakinan. "Apa kamu bodoh bertanggung jawab atas perbuatan yang gak kamu lakuin, Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD