Bab 12

1061 Words

Sebastian baru saja berangkat ke kantor. Di ruang makan, hanya tersisa Sabrina, Amanda, dan Farah. Farah masih memandangi buket bunga di tangannya, seolah tak ingin melepasnya. Amanda menatap itu dengan mata menyipit, jelas tidak senang. Dia segera berdiri, menatap Farah dengan tajam sambil menggenggam gelas berisi jus. “Tampaknya kau sangat menyukai mawar-mawar itu, ya?” ujarnya dengan nada mengejek. Farah tidak merespons. Ia hanya menatap Amanda sebentar, lalu kembali menyentuh kelopak bunga dengan hati-hati, menjaga ekspresinya tetap tenang. Amanda semakin geram. Senyum licik muncul di wajahnya. “Kita lihat, apakah kau masih menyukai bunga-bunga itu.” Tanpa kata lagi, ia mengayunkan gelasnya, menumpahkan jus ke atas buket. Cairan merah itu merembes ke kelopak dan menetes hingga ke p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD