Bab 11

1064 Words

Ketika amplop itu dibuka, terdengar suara Farah membaca perlahan, hampir berbisik, “Sayang, selamat datang kembali. Semoga harimu menyenangkan. Ini adalah kejutan untukmu. Dari suamimu tercinta—Sebastian.” Ruang makan mendadak hening. Semua mata tertuju pada Farah dan amplop di tangannya. Ia menatap isinya sebentar sebelum mengalihkan pandangan ke Sebastian. Pria itu duduk tegak, menatapnya dengan sorot mata hangat, namun tetap waspada, seolah menunggu reaksinya dengan hati-hati. Tak lama kemudian, para pelayan lain muncul satu per satu, membawa buket mawar merah yang tertata rapi. Mereka berjalan dengan langkah hormat, menyerahkan bunga itu satu per satu kepada Farah. Aroma mawar yang segar memenuhi ruangan, menambah suasana hangat, tapi juga sedikit canggung. Farah menatap setiap buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD