Bab 8

1097 Words

Sebastian berhenti hanya sejengkal dari wajah Farah. Tatapannya turun perlahan, dari mata ke bibir, lalu kembali naik. Ada tarikan napas berat yang tak ia sembunyikan. Farah tahu, satu detik lagi bisa menjadi kesalahan fatal. Ia mengangkat tangannya lebih dulu, menekan ringan d**a Sebastian. Bukan menolak secara kasar—hanya cukup untuk memberi jarak, cukup untuk mengingatkan batas. “Sebastian,” ulangnya, kali ini sedikit lebih tegas. “Dokter baru saja memeriksaku. Aku masih lelah.” Kata-kata itu sederhana, tapi cukup untuk membuat Sebastian tersadar. Ia menghela napas panjang, lalu mundur perlahan. Tangannya jatuh ke sisi tubuhnya, jemarinya mengepal sesaat sebelum kembali mengendur. “Maaf,” ucapnya lirih. “Aku terlalu terbawa perasaan.” Farah mengangguk pelan. Ia memaksa senyum tipi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD