"Jangan melakukan kesalahan itu lagi kalau kamu memang merasa bersalah sama aku. Tebus semua kesalahan kamu dengan tetap mendampingi aku, seumur hidupku." Ivy mengedipkan matanya berulang kali. Berusaha menyadarkan dirinya yang ia pikir mungkin salah mendengar. Harusnya ia mendengar makian atau mungkin menerima amukan dari Kaisar. Dia sudah mengakui bila dirinya masih sangat mencintai Bravino, bahkan kembali tidur dengan lelaki tersebut meski awalnya karena pengaruh obat. Ivy sudah sangat siap bila dirinya dicap sebagai perempuan murahan, karena ia pun merasa demikian. Dan semua itu belum juga membuat Ivy terkejut. Karena ada kalimat yang lebih mengejutkan lagi. "Aku udah janji sama kamu, bakal nerima kamu apa adanya. Dan itu berlaku apapun keadaannya dan juga sampai kapanpun, asal kam

