8. Tidak Ingin Menjadi Perempuan yang Sama

1190 Words

Aldo tidak pergi ke perusahaan pagi itu. Entah kenapa, mimpi semalam meninggalkan perasaan tidak nyaman yang terus mengganggu pikirannya. Ada sesuatu yang menekan dadanya sejak bangun tidur, rasa khawatir yang sulit ia jelaskan. Akhirnya, ia memutuskan kembali ke rumah pernikahan mereka. Begitu pintu terbuka, suasana sunyi langsung menyambutnya. “Ririn!” panggilnya sambil melangkah masuk. Tak ada jawaban. Aldo mengernyit. Mungkin dia masih marah, pikirnya. Ia mulai berkeliling rumah, membuka satu per satu ruangan. Ruang tamu kosong. Dapur rapi, terlalu rapi. Kamar tidur pun sunyi. Dan Ririn tidak ada. Perasaan tidak tenang mulai merambat naik ke dadanya. “Jangan-jangan dia melaporkan kejadian ini ke orang tuanya…” gumam Aldo cemas. “Kalau ayah ibuku tahu, bisa gawat.” Namun sesa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD