Bab 16

1103 Words

Farah menatap Sebastian yang baru kembali dari percakapan dengan Sabrina. Sorot matanya masih waspada, mencoba menafsirkan nada serius yang barusan ia lihat di wajah suaminya. Ia duduk kembali di bangku taman, menjaga jarak sopan, meski rasa tegang di dalam d**a tak kunjung reda. “Kau baik-baik saja?” tanya Sebastian lembut. Suaranya hangat, namun ada nada kewaspadaan yang sulit disembunyikan. “Aku… ya, aku baik,” jawab Farah singkat. Namun, hatinya tetap berdegup cepat. Ia masih memikirkan peringatan Sabrina: perubahan Farah dianggap mencurigakan. Sebastian duduk kembali di bangku taman, sedikit berdekatan tapi tetap menghormati jarak. Tangannya memegang secangkir teh hangat yang dibawanya. Ia menatap Farah, ingin membaca ekspresi di wajahnya. “Aku ingin tahu… bagaimana kau melewati se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD