Bab 15

991 Words

Pagi datang perlahan, disertai cahaya matahari yang menyelinap melalui celah tirai kamar. Farah terbangun lebih dulu. Tubuhnya terasa kaku, bukan karena posisi tidur, melainkan karena semalam ia hampir tidak benar-benar terlelap. Pikirannya terus berputar, menimbang setiap kata yang diucapkannya, setiap gerakan yang dilihat Sebastian. Ia menoleh ke samping. Sebastian masih tidur. Wajahnya terlihat jauh lebih damai dibanding malam sebelumnya. Tidak ada gurat keras atau ekspresi dingin—hanya seorang pria yang kelelahan setelah hari panjang dan konflik yang tak pernah benar-benar selesai di rumah ini. Farah memperhatikannya beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Pria ini… baik. Terlalu baik untuk dijadikan alat dalam permainan berbahaya yang ia jalani. Ia bangkit perlahan, berha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD