Bab 21

1178 Words

Matahari mulai turun di balik pepohonan halaman belakang, meninggalkan cahaya kemerahan yang lembut menembus tirai jendela ruang keluarga. Farah duduk di sofa, tetap memeluk buket bunga yang diterimanya tadi sore. Tangan dan pandangannya masih enggan melepaskan kelopak-kelopak mawar yang harum itu. Ia menyadari, perhatian Sebastian bukan sekadar simbol kasih sayang, tapi juga cara untuk memastikan ia tetap aman di tengah dinamika rumah keluarga Wijaya yang kompleks. Amanda duduk di kursi dekat jendela, matanya terus mengikuti gerak-gerik Farah. Senyumnya tipis, tapi jauh dari ramah; ada ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Farah menatap Amanda sebentar, menahan napas, lalu menunduk sambil menyentuh bunga dengan perlahan. Ia sadar setiap gerakan dan tatapannya sedang dinilai. Sabrina d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD