Malam Pertama Sebelum BerceraiDiperbarui pada Jul 7, 2026, 22:55
Tiga tahun menikah. Lebih dari seribu malam tidur di kamar terpisah. Dan besok pagi, semuanya akan resmi berakhir.
*
Rania Ayu Putri menikahi Raka Aditya Wicaksono—pengusaha nomor satu terkaya di Indonesia, pria bertubuh 195 cm dengan rahang tegas yang jadi mimpi seluruh negeri—bukan karena cinta, tapi karena utang ayahnya. Ia pikir, seburuk apa pun pernikahan kontrak ini, setidaknya ia akan diperlakukan sebagai istri.
*
Ia salah.
*
Raka tak pernah menyentuhnya. Tak pernah menatapnya lebih dari tiga detik. Pintu penghubung kamar mereka terkunci sejak malam pertama, dan tak pernah dibuka lagi.
*
Tapi Rania menyaksikan sendiri bahwa suaminya bisa hangat—hanya saja bukan untuknya. Setiap kali Hanny, adik mendiang istri pertama Raka, sedikit saja terluka atau menangis, Raka akan datang lebih cepat dari siapa pun, memeluknya tanpa ragu, mengorbankan apa pun yang sedang ia kerjakan. Hanny yang manja, rapuh, dan diam-diam mencintai Raka sejak lama—tanpa perlu berusaha keras, perlahan menjadi orang ketiga yang bahkan tak pernah terlihat seperti orang ketiga.
*
Bahkan Nina, putri Raka yang baru berusia enam tahun, memanggil Hanny "Bunda" dengan penuh sayang, dan menolak setiap kali diminta memanggil Rania dengan sebutan yang sama. Di rumah besar itu, yang terlihat seperti keluarga kecil yang utuh justru Raka, Hanny, dan Nina—lengkap dengan panggilan Papa, Bunda, dan anak yang terasa begitu wajar. Rania, satu-satunya yang punya status sah sebagai istri, malah jadi orang asing di rumahnya sendiri.
*
Rania bertahan tiga tahun penuh, berharap dinding es itu akan runtuh. Sampai akhirnya ia sadar: ada rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya, dan ada cinta yang tak pernah benar-benar ditujukan padanya.
*
Malam ini, surat gugatan cerai sudah ditandatangani. Besok, semuanya akan selesai.
*
Tapi di malam yang seharusnya menjadi akhir, rahasia yang terkubur bertahun-tahun tentang kematian istri pertama Raka mulai terbongkar—dan bersamanya, alasan sesungguhnya kenapa pria itu tak pernah berani menyentuh Rania sama sekali.